Setiap manusia memang sudah diwariskan mempunyai jiwa sosial, sehingga mau tidak mau antara manusia satu dengan yang lainnya saling bergantung.
Seringkali kita diperhadapkan dengan masalah yang pada akhirnya mengharuskan kita untuk meminta bantuan dari seseorang atau orang yang terdekat dengan kita, begitupun sebaliknya.
Sehingga ini menimbulkan hubungan timbal-balik. Sayangnya terkadang hubungan seperti ini tiba-tiba harus berakhir, lantaran ada sifat mementingkan diri sendiri atau keegoisan yang terjadi.
Munculnya rasa mementingkan diri sendiri atau keegoisan ini, dilatarbelakangi oleh beberapa factor.
Dua diantaranya, karena orang tersebut berasal dari keluarga yang serba berkecukupan dan dimanja, sehingga apa yang diinginkan olehnya sejak kecil selalu bisa tercukupi, kemudian bisa jadi orang tersebut berasal dari keluarga sangat kurang kasih sayang atau perhatian. Sehingga akan timbul karakter anak yang tidak mengenal kasih ataupun pengorbanan.
Contoh dari sifat egois ini, sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari,
Memang tidak salah, kalau kita lebih berfokus pada diri sendiri, tanpa memandang orang lain. Kesalahannya adalah jika kita terlalu berlebihan mementingkan diri sendiri, sehingga apa yang dinasehatkan orang mengenai kita, kita tidak mau ambil pusing. Dan hal ini tentunya tidak mempunyai dampak yang baik, karena akan mengakibatkan orang-orang di sekitar kita untuk menjauh. Tidak ada orang yang bisa bertahan berada di dekat orang yang egois, karena yang ada dalam pikiran orang yang bersifat egois hanyalah dirinya, tanpa peduli orang lain.
Lalu bagaimanakah memerangi sikap egois ini? Mungkin yang pertama harus dilakukan adalah mengintrospeksi diri sendiri, kemudian jangan membanding-bandingkan diri dengan orang lain dan yang paling penting kembangkan sikap untuk melayani orang lain.
Comments
Post a Comment