Skip to main content

Kebahagiaan

Kebahagiaan merupakan hal yang di butuhkan oleh setiap insan, mengapa demikian ? Dari alam bawah sadar, kita selalu menginginkan sesuatu berjalan dengan lancar, sesuai keinginan yang di tanamkan oleh masing-masing kita, sehingga oleh kita akan merasa bahagia ketika pencapaian yang kita harapkan terwujud. Di sampingnya, ketika kita merasakan hal yang kita inginkan belum mendekat, kegelisahan terus mendatangi kita, ketahuilah dengan merasa gelisah, kata lainnya, kita sedang mencari yang di sebut-sebut, "kebahagiaan".

Bahagia datang setelah usaha, percaya atau tidak, kebahagiaan tidak akan datang seperti kita menunggu hujan, tapi akan datang seperti ikan pancing, mempertaruhkan waktu serta kesabaran, maka ikan akan kita bawa pulang. Ingatlah ! Ikan yang kita pancing tidak selamanya dapat kita bawa pulang, begitulah dengan kebahagiaan. Hasil yang memuaskan, salah satu kebahagiaan tersendiri bagi yang merasakan, terkadang juga dengan sedikit kepuasan pun kita memperolehnya.


Menuju kebahagiaan, banyakkah jalan yang harus di tempuh ? Jangan hiraukan, betapa banyak orang yang menemui jalan buntu, mereka tetap merasakan hidup bahagi, seorang pedagang kopi pinggiran kota, dengan menetapkan kehidupan nya sebagai penjual kopi biasa, ibu tersebut tersenyum saat di tanyai, mengapa ibu masih jualan kopi, padahal ibu harus beristirahat ?, sambil senyum si ibu mengutarakan sesuatu, kamu liat jalan yang di sudut itu ? Di situlah ibu berhenti, yang bertanya dibuat bingung oleh si ibu, kenapa bengong ? Ibu sudah lama nak menjalankan usaha ini, dan menurut ibu, ibu tidak akan berbalik meskipun harus tetap menjual kopi ini, toh dengan begini ibu juga bahagia. Ternyata ibu itu membuat saya merasa bersalah dengan pertanyaan saya, kalau kita uraikan, apa yang dikatakan ibu itu ialah cara bahagia yang sederhana, tapi penuh makna.

Tanpa harus hidup mewah, bersenang-senang, kita juga dapat merasakan kebahagiaan, sebenarnya sih tentang cara kita bersyukur, kalau saja kita selalu bersyukur, pasti kita hampir setiap saat merasakan kebahagiaan. 

Banyak remaja pada era modern ini telah hilang dari kebahagiaan, dengan berbagai macam persoalan yang mereka hadapi, langsung saja mereka vonis persoalan tersebut sebagai beban, dengan beban yang mereka pikul seoalah tak mungkin mencapai kebahagiaan, hingga pada akhir nya, tak sedikit dari remaja masakini, termakan oleh penyalahgunaan segala sesuatu. Yang kemudian merekalah yang akan merenggut kebahagiaan milik orang lain, begitulah gambaran pemuda yang gagah kemudian hancur oleh dirinya sendiri saat masa tuanya tiba.

"Teman-teman, 
mari kita wujudkan cita-cita, semoga berkah, 
ilmu yang kita miliki, 
dapat menjadi sedekah,
hindari putus asa,
jangan salahkan orang lain,
Tegarkan kan hati,
Seringlah bersyukur,
Tepati janji,
Jangan pernah merenggut hak orang lain,
Kelak kita akan bahagia bersama".

Terimakasih, semoga bermanfaat,
demi perkembangan, perbanyaklah saran juga kritikan.

Comments